CARA BELAJAR EFEKTIF |KUANTITAS VS KUALITAS



CARA BELAJAR EFEKTIF |KUANTITAS VS KUALITAS

        CaraBelajar Efektif | Kuantitas Vs Kualitas -Semenjak kecil kita selalu di harapkan oleh para orang tua agar menjadi anak yang cerdas, agar bisa membanggakan kedua orang tuanya. Sehingga segala daya upaya kerap dikerahkan untuk mengarahkan sang anak agar sesuai dengan apa yang diharap oleh kedua Orang Tuanya. Ketika sang anak sudah memasuki bangku sekolahan, aspek kecerdasan anak semata-mata menjadi sebatas nilai-nilai yang tampil di rapor, anak yang memiliki nilai rapot di bawah standar dianggap telah gagal memenuhi kriteria cerdas. Label ‘bodoh’ pun langsut tersemat ke jidat para buah hatinya.

CARA BELAJAR EFEKTIF |KUANTITAS VS KUALITAS        Sadar akan hal itu, kecenderungan para orang tua akan berusaha memberikan arahan supaya sang anak agar bisa lebih rajin belajar, jadinya waktu bermain dipangkas dan diganti menjadi bermacam-macam les-les privat untuk mendongkrak prestasi anaknya,  Seakan –akan waktu 5-8 jam belajar di sekolah menjadi sangat kurang, belum lagi ditambah beberapa jam lagi untuk mengikuti les privat, belum lagi pada malam harinya, sang anak pastinya juga diharapkan untuk belajar mempersiapkan pelajaran di hari esoknya. Harapannya sekali lagi agar prestasi sang anak dapat terdongkrak dengan banyaknya kesempatan belajar yang didapat oleh sang anak.
        Lantas pertanyaannya bagaiamana jika sang anak tak mampu memenuhi kriteria ‘cerdas’ berdasarkan nilai rapot? Apakah para Orang Tua akan diam saja? Atau malah kembali menggembleng agenda belajar sang anak? Atau yang paling parah para Orang Tua malah menyabetkan sapu lidi ke pantat sang anak?
        Tentu melihat fenomena tersebut miris sekali rasanya, para Orang Tua seolah larut dalam nilai-nilai, ketika nilai yang tampil tak sesuai kriteria  bermacam-macam agenda les-les privat buat si buah hati siap menanti,  namun sayangnya mereka telah melupakan elemen terpenting dalam proses belajar, suatu elemen yang membuat kuantitas waktu yang dipergunakan untuk belajar menjadi sia-sia. Padahal jika kita telisik lagi prinsip kerja pikiran, pikiran sadar (Sunconscious Mind)  kita hanya sanggup mempelajari sampai 12 hal perdetik, itupun belum di kurangi dengan segala macam hambatan seperti sang anak saat tidak mood, memikirkan hal lain, bercanda dll. sehingga informasi yang masuk pun menjadi terpangkas kembali mungkin tinggal menjadi 3 s/d 4 hal, itupun baru satu aspek pembelajaran, belum lagi pembelajaran lainnya, bukankah akan semakin terpangkas? Lalu bagaimana akibatnya? Yang pasti saat ulangan/ujian otak menjadi blank semua pembelajaran menjadi tersapu angin, hilang entah kemana.

PENTINGNGYA Cara Belajar Efektif |Kuantitas Vs Kualitas !!!


        Lantas bagaimana seandainya jika  para Orang Tua mengoprek kembali elemen kualitas belajar anak? Dengan memperhatikan elemen-elemen pendukung pembelajaran, seperti mood, konsentrasi, daya imajinasi, kreativitas dll? lantas apa yang akan terjadi? Yang jelas ! pikiran sadar kita memiliki keterbatasan dalam hal untuk mengolah informasi yang masuk, hanya beberapa saja yang disaring sebelum masuk ke pikiran bawah sadar (Sub Consciousness Mind) yang memililiki kemampuan mengolah informasi tak terbatas (Unlimited). Maka dari itu sangat diperlukan elemen ‘kualitas’ untuk mengolah kembali informasi yang masuk, yakni tentu yang pertama dengan meningkatkan konstrasi sang anak terlebih dahulu, dari beberapa jurnal ilmiah dalam konteks mind of technology ternyata ketika seseorang berkonsterasi maka ia sanggup mengolah informasi 80% lebih baik, sehingga proses pembelajaran juga semakin maksimal. Kemudian ada lagi elemen yang sering dilupakan yakni elemen kreatifitas, dengan kreatifitas seorang anak akan dituntut untuk menemukan sendiri metode belajarnya yang dianggap paling nyaman, sehingga daya tangkap informasi pun menjadi semakin opimal. Itu hanya baru beberapa saja, belum lagi elemen lainnya. Dan yang jelas itu tidak didapatkan dari sekedar proses belajar-mengajar di bangku sekolahan, mengingat kecenderungan di sekolah hanya di ajari aspek ‘what to learn’ tanpa diajari aspek ‘how to learn’
        Tentu jika kualitas pembelajaran anak ditingkatkan, mungkin sang anak tidak perlu lagi membutuhkan waktu berjam-jam hanya untuk belajar saja. kualitas tersebut lah yang paling berperan dalam mendukung prestasi anak. Ia akan tanggap dalam mengolah informasi pembelajaran. Akibatnya pun tidak akan ada lagi label ‘bodoh’ dalam kriteria nilai-nilai rapot. Begitupun dengan aspek diluar pembelajaran, dengan metode belajar kualitas sang anak akan mampu menggali informasi-informasi  baru di luar, ia akan tanggap menghadapi fenomena-fenomena social di masyarakat lewat kecerdasan emosional dan spiritual, lagi-lagi kecerdasan tersebut bagian dari aspek kualitas dalam belajar.
        Lantas bagaimana caranya meningkatkan kualitas belajar sang anak? Jika di runut kita akan mendapati ribuan cara, namun sayangnya dari ribuan tersebut tidak semua memiliki cara yang simple, tentu anda ingin yang simple bukan? Suatu metode yang mampu mendongkrak kualitas belajar sang anak sehingga proses pembelajarannya pun menjadi lebih optimal, beruntunglah anda karena saat ini sudah ada metode Brainwave entertainment yang dikembangkan untuk memaksimalkan fungsi kerja otak, apa itu Brainwave Entertaiment? Yuk klik link di bawah ini!!!


        Jadi demikianlah artikel Cara Belajar Efektif | Kuantitas Vs Kualitas jadi berdasarkan artikel Cara Belajar Efektif | Kuantitas Vs Kualitas dapat disimpulkan bahwa elemen kualitas belajar jauh lebih penting ketimbang aspek kuantitas. Dengan menerapkan pola belajar kualitas maka anak akan dapat memahami dan menyerap informasi secara optimal, berujung kepada terdongraknya prestasi sang anak.  semoga saja artikel Cara Belajar Efektif | Kuantitas Vs Kualitas Dapat bermanfaat bagi orang tua untuk menggembleng kembali prestasi sang anak. Jika anda menyukai artikel Cara Belajar Efektif | Kuantitas Vs Kualitas. Maka anda dapat mensharenya agar semakin banyak orang tua yang tercerahkan dengan artikel Cara Belajar Efektif | Kuantitas VsKualitas
Ini, akhir kata saya ucapkan terimakasih.
Jangan lupa juga tonton channel youtube kami....

BACA JUGA ARTIKEL -->>TIPS PERCAYA DIRI DALAM HITUNGAN DETIK



Share on Google Plus

About Pandi Purnawan Cht

Seorang Penulis,founder of Simple Mistery,Copy Writer, Internet marketing,Trader, praktisi Mind of technology (Hypnosis, Hypnotherapy, NLP,Baca Kilat), Ghanta Yoga, dll. Memiiliki ketertarikan yang besar terhadap fenomena potensi manusia yang "TANPA BATAS"serta fenomena lainnya yang dianggap irasional yang masih terkubur dan diragukan kebenarannya semenjak manusia mulai mengandalkan otak kirinya. Semua itu ada dan nyata hanya saja kemampuan manusia saja yang terbatas untuk sampai ke arah sana. '"Tak ada yang tak mungkin, dan tak ada yang kebetulan di dunia ini, semua bekerja dengan daya tanpa batas!" -The Secreet-