MENGENAL MODUS PELAKU “KEJAHATAN HIPNOTIS”


MENGENAL MODUS  PELAKU “KEJAHATAN HIPNOTIS”

      Artikel Mengenal Modus Pelaku“Kejahatan Hipnotis” kali ini akan menshare beberapa  modus para pelaku yang konon menggunakan ilmu hipnotis untuk kejahatan, dengan tujuan untuk mengeruk kekayaan korbannya. Modus para Pelaku “Kejahatan Hipnotis” sendiri ada begitu banyak ragamnya. Satu demi satu masyarakat yang jadi korbannya. Sehingga membuat ‘image’ hipnotis itu sendiri di masyarakat sangat identik dengan ‘dunia hitam’ namun pertanyaannya adalah benarkah mereka menggunakan ‘ilmu Hipnotis’ untuk memperdaya korbannya?

Saya sendiri sengaja menggunakan tanda kutip pada kata “Kejahatan Hipnotis” mengingat pada prinsipnya para pelaku yang konon menggunakan ilmu hipnotis untuk memperdaya korbannya sendiri, bukanlah menggunakan ilmu hipnotis sepenuhnya. Melainkan hanya menggunakan beberapa teknik komunikasi yang bersifat persuasive. Mereka dengan lihai memanfaatkan shadow self (Sisi Gelap) manusia. Yakni sisi Serakah, Kebingungan, kemarahan, dll.  Para pelaku “Kejahatan Hipnotis “ dengan lihai mengarahkan emosi korbannya kearah emosi-emosi tersebut, setelah korban sudah berada di ‘state’ tersebut barulah para pelaku “Kejahatan Hipnotis “ melancarkan aksi sesungguhnya untuk menggasak barang-barang berharga korban.

Baca Juga Artikel -->> Membedah Rahasia Pikiran Manusia

MENGENAL MODUS  PELAKU “KEJAHATAN HIPNOTIS”

MENGENALMODUS  PELAKU “KEJAHATAN HIPNOTIS” yakni ;

1)  pelaku “Kejahatan Hipnotis “ bisa saja berpura-pura bingung dan seakan tersesat untuk mencapai alamat tujuannya. Namun kemudian ia akan memberikan beberapa pertanyaan yang membuat korbannya menjadi sedikit bingung, ia dengan sengaja memberondong korban dengan istilah-istilah asing, pertanyaan yang berputar-putar, bahkan ada juga dengan cara pelaku akan mengaku sebagai kerabatnya dan memaksa kita untuk mengingat siapa dia sebenernya. Namun yang terjadi sebenarnya adalah saat pikiran korban bingung, maka secara tak sadar ‘critical area’ korban akan terbuka yang memungkinkan informasi apapun akan sangat mudah diterima oleh korban. Sehingga korban akan menjadi menuruti keinginan para pelaku “Kejahatan Hipnotis “
2)  pelaku “Kejahatan Hipnotis “ berusaha membuat korbannya berada di ‘state’  panik, sedih, takut, cemas, khawatir dll dengan cara pelaku “Kejahatan Hipnotis “ menelpon korban kemudian mengatakan bahwa kini si anak korban tengah berada di rumah sakit Karena mengalami kecelakaan, atau tengah berada di kantor kepolisian karena terbukti melakukan tindakan pidana dll. Sudah jelas jika seorang manusia sudah berada si state tersebut, maka pikiran kritisnya (critical factor)nya akan terbuka, sehingga tanpa pikir panjang lagi , korban akan menuruti instruksi dari pelaku yakni mengirimkan sejumlah uang melalui transfer bank maupun via pulsa.
3)  pelaku “Kejahatan Hipnotis “ akan  menggiring korbannya untuk memasuki ‘state’  Gembira, Euforia, Bahagia, terkejut dll dengan cara memberikan beberapa informasi yang mengatakan bahwa korbannya telah berhasil memenangkan sebuah undian berhadiah. Dalam kondisi ‘state’ seperti itu, juga memungkinkan pikiran kritis kita akan terbuka, sehingga tanpa pikir panjang korbannya akan tergerak untuk mengilkuti instruksi pelaku “Kejahatan Hipnotis “,sehingga alih-alih mendapatkan hadiah yang didambakan, korban malah tanpa sadar mengirimkan sejumlah  uang ke rekening pelaku.
4)  Modus selanjutnya yakni umumnya terjadi di tempat-tempat penarikan uang/ATM. pelaku “Kejahatan Hipnotis “ akan berpura-pura lugu, gaptek, ndeso, untuk melakukan transaksi via atm. Maka otomatis membuat para korbannya tergerak hatinya untuk membantu pelaku, saat korban tengah membantu, para pelaku dengan lihai memberondong beberapa pertanyaan yang membingungkan hingga membuat pikiran sadarnya bingung, akibatnya tanpa sadar ujung-ujungnya korban malah mengirimkan sejumlah uang ke rekening pelaku.
5)  pelaku “Kejahatan Hipnotis “ terkadang dalam melakukan aksinya tidak sendirian, ia akan beraksi dengan sejumlah orang secara bergerombolan, kemudian dengan tergesa-gesa mendatangi korban kemudian memberondong dengan beberapa pertanyaan-pertanyaan aneh dan cenderung provokatif, para pelaku akan mengatakan bahwa temannya mengalami kecelakaan mobil dan menuduh ‘korban’lah yang menabraknya, sehingga membuat ‘state’ korban menjadi bingung dan takut. Para pelaku akan terus memprovokasi korban, tujuannya adalah untuk mengarahkan korban ke ‘state’ emosional tersebut, alhasil korban akan menuruti instruksi para pelaku “Kejahatan Hipnotis “.

Jadi demikianlah modus operandi  para pelaku yang konon menggunakan kejahatan hipnotis. Pada dasarnya mungkin ada ribuan modus hanya saja hanya beberapa saja yang saya ketahui dari hasil membaca, mendengarkan dan menononton beritanya. Hanya saja  meskipun ada banyak modus yang bertebaran dan mungkin belum saya ketahui namun pada prinsipnya kejahatan-kejahatan yang dianggap sebagai ‘kejahatan hipnotis’  intinya adalah sama yakni pelaku akan menggunakan teknik komunikasi yang bersipat persuasive dengan memanfaatkan suatu ‘state’ tertentu  sehingga korban tidak akan diberikan kesempatakn untk berpikir secara kritis. Sehingga korban seolah-olah melakukan instruksi dari pelaku tanpa sadar/terhipnotis.
Karena faktor itulah kemudian hipnotis dikatakan sebagai biang kejahatan tersebut, dan membuat ‘image’ hipnotis kurang mendapat apresiasi di masyarakat.

Saran saya agar anda terhindar dari skenario-skenario dia atas usahakanlah  untuk tidak mudah tergiur atau mudah terpancing terhadap emosi-emosi yang timbul dari hasil interaksi dengan seseorang yang tak di kenal. Ingat!! Anda tidak akan terpengaruh oleh para pelaku jika kondisi emosi anda stabil. Kemudian selalu berada di tempat-tempat keramian dan jangan lupa juga agar tidak membawa barang-barang berharga yang terlalu mencolok.
Baca Juga Artikel -->> Cara Belajar Hipnotis Free Ebook

Ok saya rasa cukup sekian untuk artikel Mengenal Modus Pelaku“Kejahatan Hipnotis” Semoga saja artikel Mengenal Modus Pelaku “Kejahatan Hipnotis” ini dapat bermanfaat bagi anda.
Terimakasih


Share on Google Plus

About Pandi Purnawan Cht

Seorang Penulis,founder of Simple Mistery,Copy Writer, Internet marketing,Trader, praktisi Mind of technology (Hypnosis, Hypnotherapy, NLP,Baca Kilat), Ghanta Yoga, dll. Memiiliki ketertarikan yang besar terhadap fenomena potensi manusia yang "TANPA BATAS"serta fenomena lainnya yang dianggap irasional yang masih terkubur dan diragukan kebenarannya semenjak manusia mulai mengandalkan otak kirinya. Semua itu ada dan nyata hanya saja kemampuan manusia saja yang terbatas untuk sampai ke arah sana. '"Tak ada yang tak mungkin, dan tak ada yang kebetulan di dunia ini, semua bekerja dengan daya tanpa batas!" -The Secreet-