Belajar Hipnotis| Memahami Fenomena Hipnotis



Belajar Hipnotis| Memahami Fenomena Hipnotis

          Artikel Belajar Hipnotis|Memahami Fenomena Hipnotis kali ini merupakan hal mendasar yang perlu kita ketahui jika ingin mempelejari hipnotis secara menyeluruh. Bagi orang yang awam dengan isitilah hypnosis mungkin akan merasa penasaran dengan fenomena hypnosis tersebut, padahal mereka dalam setiap aktivitas yang dilakukannya tidak terlepas dari kondisi hypnosis, hanya saja mereka tidak menyadarinya. Sebab kurangnya pengetahuan seputar hypnosis itu sendiri. Maka dari itulah pada kesempatan kali ini, kita akan mengupas misterinya, yakni mengupas fenomena Hipnotis dalam artikel Belajar Hipnotis| Memahami Fenomena Hipnotis ini.
          Dalam dunia hipnotis kita akan mengenal dengan yang namanya kondisi hypnosis trance. Berbagai macam kondisi atau fenomena dalam trance dapat dimunculkan maupun di kendalikan seusai dengan sugesti yang diterima oleh praktisi hipnotis.
Berikut adalah fenomena-fenomena kondisi hypnosis

Belajar Hipnotis| Memahami Fenomena Hipnotis

Belajar Hipnotis|Memahami Fenomena Hipnotis yakni;



  1)  Relaksasi Fisik
          Ketika suyet (orang yang sedang dihipnotis) mengalami kondisi trance, secara otomatis tubuh fisiknya menjadi sangat rileks dan nyaman. Kondisi rileksasi ini memang sengaja dimunculkan untuk membuat critical factor pikiran terbuka, sehingga dengan begitu akan mempermudah dalam memberikan program-program berupa sugesti tertentu. Proses rilekasi fisik ini merupakan langkah awal dalam membimbing suyet untuk mencapai kondisi trance. Selain itu ada dampak positif yang terselip dalam proses rileksasi tersebut terlepas dari proses pemrograman pikiran, yakni untuk pemulihan stamina dan kebugaran tubuh, sebab dalam proses rileksasi fisik, tubuh di buat berada pada level istirahat total.
  2)  Rileksasi Mental
          Dalam proses menuju kondisi trance, suyet tidak hanya dibimbing untuk mengistirahatkan tubuh fisiknya saja, akan tetapi dibimbing juga untuk mengistirahatkan pikirannya atau rileksasi mental. Hal tersebut diperlukan karena saat otak dalam kondisi rileks tingkat konsentrasinya meningkat hingga 80%, pun demikian dengan kemampuan visualisasinya juga meningkat secara signifikan. Sehingga hal tersebut sangatlah mempermudah untuk memberikan beberapa program-program berupa sugesti.

  3)  Katalepsi
          Pada umumnya ketika suyet sudah memasuki kondisi relaksasi fisik dan mental, umumnya akan muncul fenomena hipnotis lainnya, yakni fenomena katalepsi. Katalepsi  adalah suatu fenomena alami yang terjadi ketika suyet tidak bisa mengontrol sebagian fungsi ototnya. Katalepsi biasanya ditimbulkan dari penerimaan sugesti tetapi bisa juga muncul secara spontan. Fenomena Hipnotis yang berupa katalepsi yang sering di jumpai dalam kondisi trance adalah ketidakmampuan membuka mata (matanya seolah-olah terkunci rapat), kemampuan mempertahankan posisi tubuh tertentu dalam jangka waktu yang lama ( misalnya kondisi duduk tanpa sedikitpun menggerakan posisi tubuhnya dalam jangka waktu tertentu)
   4)  Hiper Sugestibilitas
          Setiap orang dalam kondisi trance akan membuat ia memiliki keterbukaan yang sangat besar akan setiap program yang diberikan. Hal tersebut terjadi karena critical area dalam pikiran di buat non aktif untuk sementara waktu, sehingga informasi apapun akan langsung masuk ke pikiran bawah sadar tanpa melalui proses filter informasi terlebih dahulu dari area kritis pikiran. Sehingga terjadi peningkatan sugestibiitas berkali-kali lipat. Meskpun demikian, hal tersebut tidak semata-mata membuat suyet menjadi kehilangan kesadaran serta control diri, ia  tetap memilii control untuk menolak ataupun menerima setiap program pikiran yang diberikan.
  5)  Hiperestesia
          Fenomena Hipnotis Hiperestesia merupakan suatu kondisi yang mengakibatkan terjadinya peningkatan kepekaan terhadap semua jenis sensasi. Dalam kondisi trance, sensasi manusia dapat dimanipulasi, baik dapat dimunculkan, dihilangkan, diubah, dikurangi, hingga diperkuat. Sensasi-sensai tersebut termasuk meliputi rasa, bau, warna, aroma, gambar, suara dll.
  6)  Hipermnesia
          Fenomena Hipnotis Hipermnesia merupakan suatu kondisi di mana suyet tidak perlu mengingat apapun karena semua memori berada di dalam kendalinya, sebab ketika suyet berada dalam kondisi trance pikiran bawah sadarnya yang mendominasi, sebuah pikiran yang merupakan gudangnya penyimpanan informasi tanpa batas.  Itulah sebabnya seseoang yang sering memasuki kondisi trance, kemampuan pemrosesan informasinya akan meningkat secara signifikan.
   7)  Time Distortion
          Fenomena Hipnotis ini boleh dikatakan cukup unik, fenomena time distortion itu sendiri merupakan fenomena penyimpangan waktu antara waktu dunia dengan waktu di pikiran manusia. Secara normal pikiran manusia mengalami perjalanan waktu yang lambat ketika menjalani aktifitas yang tidak disukainya, akan tetapi ketika seseorang menjalani aktifitas yang teramat ia senangi maka dapat dipastikan ia akan merasa kalau waktu berjalan dengan sangat cepat. Begitupun dalam kondisi trance, ketika tubuh dan mental dalam kondisi rileksasinya, suyet akan merasakan sensasi nyaman yang luar biasa sehingga tanpa ia sadari waktu berjalan dengan sangat cepat, itulah sebabnya ketika proses hipnoterapi dilakukan banyak klien yang melaporkan bahwa ia hanya merasa proses hipnoterapi Cuma berlangsung selama 15 menit saja, padahal proses hipnoterapi tersebut memakan waktu berjam-jam. Nah fenomena hipnotis itulah yang disebut dengan time distortion.
  8)  Hypnotic Analgesia
          Fenomena Hipnotis ini merupakan kondisi analgesi yang tercipta dari proses hypnotis. Analgesia sendiri merupakan kemampuan tubuh merasakan semua jenis sensasi fisik kecuali sensasi sakit. Itulah sebabnya dalam beberapa kasus, orang sedang mengalami kondisi trance ketika dicubit ia tidak akan merasakan sakit, ia hanya merasakan sensasi sentuhan yang timbul akibat proses cubitan tersebut.
   9)  Hypnotic Anastesia
        Fenomena hipnotis ini sedikit berbeda dengan fenomena hipnotis sebelumnya yakni Hypnotic Analgesia. Kalau boleh disederhanakan Hypnotic Anastesia merupakan lanjutan dari Hypnotic Analgesia. Jika dalam Hypnotic Analgesia suyet masih bisa merasakan sensasi sentuhan akan tetapi pada fenomena Hypnotic Anastesia, bahkan ia tidak merasakan sensasi sentuhan sekalipun, dengan kata lain, tubuh suyet seperti mati rasa, lantaran tidak bisa merasakan sensasi fisik apapun.
          Jadi demikianlah beberapa fenomena hipnotis yang kerap dijumpai dalam beberapa kasus hipnotis, tentu masih banyak lagi fenomena-fenomena yang akan kita temui seiring dengan makin banyaknya orang yang kita hipnotis. Namun setidaknya fenomena hipnotis diatas dapat dijadikan sebagai patokan dasar dalam memahami fenomena hipnotis secara keseluruhan. Percaya atau tidak, fenomena-fenomena tersebutlah yang membuat rasa penasaran kita untuk mendalami hipnotis semakin menjadi-jadi.
Ok cukup sekian artikel Belajar Hipnotis| Memahami Fenomena Hipnotis ini, semoga artikel BelajarHipnotis| Memahami Fenomena Hipnotis ini dapat memberikan pemahaman kepada anda.

BACA JUGA ARTIKEL -->>TIPS TINGKATKAN IQ HINGGA 40 POIN
Tonton juga sajian menarik simple mistery di channel youtube kami..






Share on Google Plus

About Pandi Purnawan Cht

Seorang Penulis,founder of Simple Mistery,Copy Writer, Internet marketing,Trader, praktisi Mind of technology (Hypnosis, Hypnotherapy, NLP,Baca Kilat), Ghanta Yoga, dll. Memiiliki ketertarikan yang besar terhadap fenomena potensi manusia yang "TANPA BATAS"serta fenomena lainnya yang dianggap irasional yang masih terkubur dan diragukan kebenarannya semenjak manusia mulai mengandalkan otak kirinya. Semua itu ada dan nyata hanya saja kemampuan manusia saja yang terbatas untuk sampai ke arah sana. '"Tak ada yang tak mungkin, dan tak ada yang kebetulan di dunia ini, semua bekerja dengan daya tanpa batas!" -The Secreet-