Shopaholic| Tips Mengatasi Gangguan Shopaholic

Shopaholic| Tips Mengatasi Gangguan Shopaholic

Shopaholic| Tips Mengatasi Gangguan Shopaholic- Sebelum anda membaca habis artikel ini dan memanfaatkan demi kebaikan anda, izinkan saya bertanya, apakah anda termasuk tipe orang yang suka menghambur-hamburkan uang untuk membeli sebuah barang tertentu? Sebuah barang yang terkadang bukan mendatangkan kepuasaan melainkan sebuah penyelesalan? Bukan karena tidak bagus melainkan anda terlalu mudah terjebak dengan sebuah label ‘Diskon’ yang membuat anda rela merogoh kocek demi sebuah barang yang sebenarnya bukan menjadi prioritas anda? Bahkan terkadang uang bulanan anda lebih banyak di habiskan untuk belanja hal-hal yang sebenarnya tidak perlu? Pernahkah? Jika ia anda perlu waspada sebab anda sudah mengidap gangguan yang bernama Shopaholic. Istilah Shopaholic tersebut muncul setelah munculnya film Confessions of Shopaholic tahun 2009. menurut wikipedia Isitlah shopaholic digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang memiliki kecanduan berbelanja atau keinginana untuk membeli barang secara komfulsif (berulang-ulang)
Mereka yang tidak terjangkit gangguan  ini mungkin akan menyepelekan gangguan ini dan menganggap hal tersebut adalah hal yang wajar dikarenakan memang atas dasar kemauan dari orang yang mengidap gangguan shopaholic tersebut, tetapi bagi si penderita, tentu gangguan ini amatlah merepotkan dan menganggu. Bagaimana tidak ? ia hampir tidak bisa membendung keinginan ‘belanja’ berlebih yang terus mendorong untuk membelinya sekarang. Meskipun sebenarnya tidak perlu, mereka seolah terlarut dalam euphoria dari kesibukannya belanja dan kemudian merasa bersalah dan menyesal karena tersadar sudah terlalu banyak menghabiskan uang. Miris bukan?

BACA JUGA ARTIKEL -->> TIPS MENGATASI EMOSI NEGATIF DENGAN FORGIVNESS THERAPY

Nah maka dari itu sadarilah diri anda dan orang-orang terdekat di sekitar anda dari bahaya shopaholic ini.
Apa Penyebab Shopaholic?
Secara kajian mind of technology ada beberapa poin yang berpotensi menyebabkan gangguan ini yakni ;
1)   Kurangnya stimulus emosi positif sewaktu masih anak-anak
2)   Terlalu Perfeksionis/ingin tampil sempurna
3)   Memiliki persoalan impulsive ( ingin memuaskan instan) dan kompulsif ( ingin memuaskan berkali-kali)
4)   Kesenangan mencari-cari tren baru tanpa alasan yang kuat
5)   Ketidak mampuan mentolerir emosi negative dalam diri.


Shopaholic| Tips Mengatasi Gangguan Shopaholic


Jika anda sudah mengetahui stimulus-stimulus dari gangguan ini maka ada 2 cara yang dapat dilakukan untuk membendung bahaya dari gangguan shopaholic yakni ;
    1)   Merubah kebiasaan
Adapaun kebiasaan-kebiasaan yang secara otomatis dapat membendung shopaholic adalah;
a)    sadari dan hindari suatu even atau orang yang memungkinkan/mengundang anda untuk membeli suatu produk tertentu.
b)   Biasakan membuat prioritas sebelum pergi berbelanja berupa daftar belanja ataupun sejenisnya
c)    Temukan hal-hal yang menarik selain berbelanja untuk mengisi waktu luang anda
d)   Berhenti berlangganan majalah penawaran harga ataupun berlangganan info-info diskon lainnya.
e) Stop menggunakan kartu debit/kredit dan mulai membiasakan berbelanja menggunakan uang tunai. Hal tersebut berfungsi untuk membatasi pengaburan uang. Maksudnya adalah secara psikologi, belanja diasosiaksiakn dengan pengeluaran uang, sehingga tercipta sebuah hubungan riil saat membeli barang bahwa itu merupakan bentuk pengeluaran uang. Berbeda halnya jika anda menggunakan transaksi non tunai seperti kartu debit, kredit, cek dll. Itu akan mengakibatkan sebuah ‘pengaburan uang’ sehingga anda tidak akan merasa ‘sayang’ untuk membeli suatu produk tertentu dan menghabiskan uang anda karena anda tidak bertransaksi menggunakan uang.
       2)   Memprogram Pikiran
Caranya cukup sederhana yakni ;
a)    Luangkan waktu anda kurang lebih selama 5 s/d 10 menit
b)   Duduk atau berbaring atau posisi apapun selama hal tersebut membuat anda merasa nyaman.
c)  Rilekskan tubuh anda, pejamkan mata dan mulai menarik dan menghembuskan nafas secara perlahan-lahan.
d)   Fokuskan perhatian anda pada alur keluar masuknya nafas anda
e)    Lakukan kurang lebih selama 2/sd 3 menit
f)   Setelah anda merasakan sensasi rileks Kemudian katakana di dalam hati secara tegas dan jelas “ saya mengendalikan emosi dengan baik, dan memanfaatkan uang dengan bijak demi kebaikan dan kemajuan hidup saya” katakana secara berulang-ulang
Jadi demikianlah cara-cara untuk mengatasi gangguan shopaholic, semoga artikel Shopaholic| Tips Mengatasi Gangguan Shopaholic ini dapat membantu anda dan orang-orang terdekat di sekitar anda untuk menanggulangi bahaya dari shopaholic ini.

BACA JUGA ARTIKEL-->>FILM HOROR INDONESIA PALING KONTROVERSI



Share on Google Plus

About Pandi Purnawan Cht

Seorang Penulis,founder of Simple Mistery,Copy Writer, Internet marketing,Trader, praktisi Mind of technology (Hypnosis, Hypnotherapy, NLP,Baca Kilat), Ghanta Yoga, dll. Memiiliki ketertarikan yang besar terhadap fenomena potensi manusia yang "TANPA BATAS"serta fenomena lainnya yang dianggap irasional yang masih terkubur dan diragukan kebenarannya semenjak manusia mulai mengandalkan otak kirinya. Semua itu ada dan nyata hanya saja kemampuan manusia saja yang terbatas untuk sampai ke arah sana. '"Tak ada yang tak mungkin, dan tak ada yang kebetulan di dunia ini, semua bekerja dengan daya tanpa batas!" -The Secreet-